Selama 17 tahun, warga Kampung Mberong, NTT, menunaikan shalat di tempat seadanya, hanya beralaskan jerami dan beratapkan terpal yang mulai rapuh. Saat hujan turun, air masuk membasahi tempat sujud mereka. Saat angin datang, terpal itu bisa terangkat kapan saja. Namun mereka tetap bertahan, karena hanya itu satu-satunya tempat yang mereka miliki untuk beribadah.

Tanah untuk masjid sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 2006, namun hingga hari ini belum ada bangunan yang berdiri. Apalagi satu bata pun belum tersusun. Bukan karena mereka tidak berusaha, melainkan karena penghasilan yang pas-pasan membuat kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah begitu berat. Untuk berwudhu, mereka harus membawa air sendiri. Tidak ada listrik, tidak ada fasilitas, hanya ada niat yang terus menjaga mereka.

Di tengah keterbatasan itu, mereka tetap menjaga ibadahnya sebisa mungkin. Tapi kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Yuk bersama kita bantu wujudkan masjid yang layak bagi mereka, agar ibadah bisa dijalankan dengan lebih aman dan tenang.
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah membangunkannya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |