Di pulau kecil pesisir Madura, ada ribuan warga yang hidup tanpa masjid yang layak. Setiap kali adzan berkumandang, tak semua bisa bergegas menuju rumah Allah. Mereka harus menyeberangi laut selama berjam-jam dengan perahu kayu yang sederhana. Saat ombak meninggi, langkah mereka terhenti, bukan karena tak ingin beribadah, tapi karena takut tak bisa kembali dengan selamat.

Bukan tanpa usaha, warga sudah mengumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil melaut yang tak seberapa. Namun kerasnya hidup membuat pembangunan masjid itu terhenti di tengah jalan. Kini bangunan itu hanya berdiri setengah jadi, tanpa atap, tanpa dinding yang utuh, seakan menjadi saksi betapa besar keinginan mereka, tapi seberapa terbatas kemampuan yang mereka miliki.

Di sana, anak-anak mengaji dengan segala kekurangan, orang tua beribadah dalam kondisi seadanya, dan setiap hari mereka memendam harapan yang sama: memiliki masjid yang bisa mereka datangi tanpa rasa khawatir. Mungkin bagi kita masjid adalah hal yang dekat dan mudah, tapi bagi mereka, itu adalah impian yang belum sempat terwujud.
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)
Yuk hadirkan masjid yang layak untuk mereka, setiap ibadah yang mereka lakukan bisa menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk kita.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |